Kamis, 10 Maret 2011

UPACARA ADAT KENDURI SKO SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI KABUPATEN KERINCI

Pengertian Kenduri Sko
Kenduri dapat diartikan sebagai ‘selamatan’, sedangkan sko berarti ‘perbuatan’ atau ‘peraturan’ yang berlaku turun temurun. Kenduri sko yang merupakan upacara puncak kebudayan masyarakat suku Kerinci, umumnya diartikan sebagai suatu perhelatan tradisional masyarakat suku Kerinci yang dilaksanakan setiap setahun sekali dengan maksud dan tujuan khusus. Acara kenduri sko biasanya dilakukan dengan tujuan penobatan Depati dan Ninik Mamak, yaitu kaum adat yang terpilih menjadi pemuka masyarakat yang akan mengatur anak negri (desa), terutama anak dan keponakan dari kaum adat (suku) itu sendiri. Selain itu, kenduri sko juga bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat setempat atas hasil panen atau disebut dengan kenduri sudah tuai.
Dalam acara kenduri sko juga merupakan saat yang tepat untuk melihat benda-benda pusaka milik desa tersebut. Benda-benda pusaka ini kemudian akan dibersihkan dengan ramuan bermacam-macam limau dan kembang, upacara ini dikenal dengan istilah ‘manai atau malimu puseko’. Kenduri sko ini hanya dilakukan pada desa persekutuan adat atau masyarakat adat dari dusun asal. Biasanya desa-desa yang melaksanakan kenduri sko adalah desa yang memiliki: sejarah, tetua adat Depati Ninik Mamak, larik jajar (rumah dusun), dan benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang yang masih disimpan dengan baik. Antara lain, Desa Sungai Tutung dan Desa Baru Sungai Tutung, Desa Lempur, Desa Tanjung Pauh, Desa Siulak, dan Desa Semurup.
Kenduri sko yang hanya terdapat di Kabupaten Kerinci cukup diminati oleh wisatawan mancanegara, karena bila ditinjau dari sudut antropologi kebudayaan, kenduri sko ini memiliki makna siklus kehidupan yang bersifat universal. Kenduri sko dapat dijumpai pada beberapa desa di Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Gunung Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau serta pada desa-desa di kecamatan lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar